Seorang ibu telah mengorbankan segalanya demi keluarganya, tetapi bukannya dihargai, ia justru terus disalahkan dan disakiti oleh putri serta menantunya. Setelah berkali-kali menahan kekecewaan, ia akhirnya memutuskan untuk berhenti mengalah dan menggunakan jalur hukum demi memperjuangkan hak serta martabatnya sendiri. Dalam proses tersebut, ia menyadari bahwa sebelum menjadi seorang ibu yang baik, seorang perempuan harus terlebih dahulu mencintai dan menghargai dirinya sendiri. Pada akhirnya, ia berhasil memperoleh keadilan sekaligus menemukan kembali jati dirinya, membuktikan bahwa kebahagiaan seorang ibu juga sama pentingnya dengan keluarganya.