Sejak kecil, ia selalu menjadi sosok yang diabaikan oleh keluarganya. Kasih sayang orang tua dan perhatian saudara-saudaranya tak pernah berpihak padanya. Saat divonis hanya memiliki sedikit waktu untuk hidup, ia memilih meninggalkan rumah dan menjalani sisa hidupnya seorang diri tanpa mengharapkan siapa pun. Namun kepergiannya justru membuka mata seluruh keluarganya. Mereka akhirnya menyadari semua pengorbanan dan cinta yang selama ini mereka abaikan. Penyesalan yang datang terlambat membuat mereka berusaha memperbaiki hubungan dan memberikan kasih sayang yang tak pernah sempat mereka tunjukkan. Di tengah hitungan mundur hidupnya, keluarga yang dulu menyakitinya kini berjuang mati-matian untuk menebus kesalahan. Mampukah cinta yang datang terlambat menghapus luka bertahun-tahun, atau semuanya sudah terlambat?