Karena diabaikan oleh keluarganya, ia hanya bisa makan roti sendirian di lorong untuk mengganjal perut. Melihat perlakuan tersebut, seseorang yang awalnya memilih diam akhirnya tidak sanggup lagi tinggal berpangku tangan dan memutuskan untuk membelanya. Seiring kebenaran perlahan terungkap, berbagai luka dan perlakuan buruk yang selama ini tersembunyi mulai terbongkar. Ia pun tak lagi memilih untuk terus menanggung semuanya dalam diam, melainkan berusaha keluar dari keterpurukan dan mengambil kembali kendali atas hidupnya.