Pada awal masa reformasi dan keterbukaan, Xu Nan terus mengalami perlakuan buruk dari keluarga suaminya, sementara rumah tangganya juga berakhir dengan keretakan. Setelah mendapatkan bagian rumah, ia memutuskan untuk mandiri dan memulai usaha berjualan hidangan rebus berkat keahlian memasaknya. Tetangganya, Wei Ye, yang berhati baik dan menjunjung keadilan, selalu membantunya mengatasi berbagai kesulitan dan mengembangkan usahanya. Menghadapi mantan suami beserta keluarganya yang berkali-kali mengganggu dan menyulitkannya, Xu Nan mampu mengatasinya satu per satu hingga usahanya berkembang dari gerobak kecil menjadi sebuah toko. Di tengah suka dan duka yang mereka lalui bersama, Xu Nan dan Wei Ye saling jatuh cinta. Pada hari pernikahan mereka, identitas asli Wei Ye akhirnya terungkap dan ia berhasil bertemu kembali dengan orang tua kandungnya. Pada akhirnya, keduanya bersama-sama mengelola usaha mereka dan membangun kehidupan yang bahagia.