Jiang Song rela mendekati Pei Jingheng, pria yang sangat membencinya. Ia menanggung hinaan, ejekan, dan segala bentuk penghinaan hanya untuk memohon agar pria itu memberinya seorang anak. Pei Jingheng tidak pernah mengerti mengapa wanita yang dulu menerima uang lalu meninggalkannya kini kembali muncul di hadapannya. Kebenaran akhirnya terungkap. Putri Jiang Song yang berusia lima tahun, Tiantian, menderita leukemia dan hanya darah tali pusar dari adik kandungnya yang dapat menyelamatkan nyawanya. Semua pengorbanan Jiang Song dilakukan demi sang anak. Lebih mengejutkan lagi, enam tahun lalu ia sama sekali tidak pernah mengkhianati Pei Jingheng, melainkan menjadi korban dari rencana licik ibu Pei. Setelah seluruh kesalahpahaman tersingkap, mereka kembali bersatu demi putri mereka dan menemukan kembali cinta yang sempat hilang.