Di Grup Jian'an, semua orang tahu bahwa jadwal Zhou Yushen tidak pernah berhenti demi siapa pun. Namun segalanya berubah ketika Wei Xi dipanggil duduk di barisan depan dalam sebuah seminar. Pada malam setelah putus cinta, saat ia mabuk dan meringkuk di pinggir jalan menunggu kendaraan, mobil hitam yang tak pernah berhenti itu justru berhenti di hadapannya. Pria yang dikenal dingin dan berwibawa itu untuk pertama kalinya melanggar prinsipnya. Ia memayungi Wei Xi, membawanya pulang, dan membiarkannya menangis di dalam mobil selama empat puluh tujuh menit. Sejak saat itu, keduanya perlahan membuka hati, saling menyembuhkan luka, dan menemukan cinta yang tulus di tengah kebersamaan mereka.