Selama empat belas tahun, Leina Winata, putri Jenderal Pelindung Negeri, mengabdikan diri sebagai istri Pangeran Irfan Handoko. Tapi cintanya hanya dibalas dengan penghinaan. Demi menyelamatkan selir kesayangannya, Jesika Safinah, Irfan Handoko bahkan tega mengambil darah dari jantung Leina Winata hingga ia meregang nyawa di depan putri mereka, Riona Handoko. Saat Riona Handoko berulang kali memberi tahu ayahnya bahwa sang ibu telah meninggal, Irfan Handoko justru menganggapnya berbohong.