Pangeran Johan Lavino terlempar ke masa lalu dan ditugaskan menjaga Kota Bromo selama delapan tahun. Di hadapan istana, ia terus berpura-pura miskin demi memperoleh bantuan pangan dan dana. Namun diam-diam, ia memanfaatkan pengetahuan modern untuk mengembangkan pertanian, perdagangan, hingga menciptakan senjata api, mengubah kota perbatasan yang tandus menjadi wilayah yang makmur. Saat menyamar mengunjungi perbatasan, sang kaisar berkali-kali menjadi korban tipu daya para pedagang.