Lima tahun aku menemani Vincent, menahan sikap dinginnya dan menutupi hubungan kami demi menjaga citranya sebagai pria lajang. Dia tak mau anak kami memanggilnya 'Papa', dan di depan umum kami cuma rekan kerja. Aku terus mengalah demi keluarga, sampai suatu hari aku pulang dan melihat wanita lain keluar dari kamarnya. Sakit hati bertahun-tahun akhirnya menghancurkanku. Karena dia begitu mementingkan status lajangnya, aku pun memutuskan untuk pergi melepaskannya.