Mia mengalami keretakan hubungan dengan pacarnya Aaron akibat masalah keengganan berhubungan intim. Atas saran sahabatnya, ia mencari bantuan dari terapis ternama. Tanpa diduga, dokter yang menangani kasusnya ternyata adalah Christian, mantan pacarnya yang putus dengannya tiga tahun lalu. Selama proses terapi, Christian perlahan menembus benteng pertahanan batin Mia dengan dalih profesionalisme. Sementara itu, wajah asli Aaron mulai terungkap: dia hanya ingin memanfaatkan bakat desain Mia, dan sudah berselingkuh dengan sekretarisnya Roxanne secara diam-diam. Sebenarnya Christian adalah presiden direktur Korporasi Valerius yang mengendalikan segala hal. Dia menggunakan akuisisi perusahaan Aaron sebagai tawaran, menyatakan di depan semua orang bahwa Mia adalah miliknya, serta menunjuknya sebagai CEO baru. Setelah melihat pengkhianatan pacarnya, Mia benar-benar hilang harapan. Ia terhanyut dalam kendali Christian yang lembut sekaligus dominan. Namun, kalimat dingin yang pernah diucapkan Christian tiga tahun lalu, yaitu “dia tidak memiliki perasaan apa pun padanya”, menjadi bayangan yang tak bisa hilang dari hati Mia. Hubungan yang bermula dari terapi dan berbalut kekuasaan ini, apakah benar-benar lahir dari rasa cinta tulus, atau justru permainan yang direncanakan dengan matang?